Selasa, 14 Mei 2013


 ILMU YANG DIAJARKAN KEPADA ORANG LAIN
Yang dimaksud dengan ilmu adalah bukan ilmu agama saja, dan bukan ilmu untuk belajar shalat dan puasa saja. Ilmu itu adalah umum, ilmu adalah “pengetahuan”. Sebagaimana kata Nabi Muhammad SAW “Sempurnanya agama dengan ilmu, sempurnanya dunia juga dengan ilmu.”
Jadi tegasnya ilmu apa saja yang telah diajarkan kepada orang lain, sedang orang lain mendapat manfaatnya dari ilmu itu, maka orang pertama yang mengajarkannya jika dia seorang muslim dia mendapat pahala yang tidak ada habisnya dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Misalnya orang pandai membetulkan radio kemudian kepandaiannya diajarkan pada orang lain, lalu orang itu dapat manfaatnya yang digunakan untuk mencari nafkah, maka orang yang mengajarkannya mendapat pahala “Jariyah” dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Demikian maksud tujuan amal jariyah, yakni amal yang mengalir pahalanya bagi orang yang telah menyumbang amalnya atau ilmu guna kebaikan dunia dan agama.
Seperti kata Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 107-108:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏHxåur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ôMtR%x. öNçlm; àM»¨Zy_ Ĩ÷ryŠöÏÿø9$# »wâçR ÇÊÉÐÈ   tûïÏ$Î#»yz $pkŽÏù Ÿw tbqäóö7tƒ $pk÷]tã ZwuqÏm ÇÊÉÑÈ  
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.
          Mereka kekal didalamnya, tidak mereka berpindah-pindah dari padanya (karena betahnya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar