Selasa, 21 Mei 2013


INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID) CIAMIS
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah perguruan tinggi agama islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan. Yaitu Pondok Pesantern Darussalam.
VISI
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moral Program Pascasarjana.
MISI
a. Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai islam;
b. Memelihara tradisi keilmuan islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran islam;
c. Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan ahlak mulia, pemikiran rasional, analistis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan;
d. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan  keilmuan dan masyarakat;
e. Memberikan  kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan upaya memperkuat landasan spiritual, moral, dan etik pembangunan;
f. Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan uamt manusia;





Selasa, 14 Mei 2013


 ILMU YANG DIAJARKAN KEPADA ORANG LAIN
Yang dimaksud dengan ilmu adalah bukan ilmu agama saja, dan bukan ilmu untuk belajar shalat dan puasa saja. Ilmu itu adalah umum, ilmu adalah “pengetahuan”. Sebagaimana kata Nabi Muhammad SAW “Sempurnanya agama dengan ilmu, sempurnanya dunia juga dengan ilmu.”
Jadi tegasnya ilmu apa saja yang telah diajarkan kepada orang lain, sedang orang lain mendapat manfaatnya dari ilmu itu, maka orang pertama yang mengajarkannya jika dia seorang muslim dia mendapat pahala yang tidak ada habisnya dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Misalnya orang pandai membetulkan radio kemudian kepandaiannya diajarkan pada orang lain, lalu orang itu dapat manfaatnya yang digunakan untuk mencari nafkah, maka orang yang mengajarkannya mendapat pahala “Jariyah” dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Demikian maksud tujuan amal jariyah, yakni amal yang mengalir pahalanya bagi orang yang telah menyumbang amalnya atau ilmu guna kebaikan dunia dan agama.
Seperti kata Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 107-108:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏHxåur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ôMtR%x. öNçlm; àM»¨Zy_ Ĩ÷ryŠöÏÿø9$# »wâçR ÇÊÉÐÈ   tûïÏ$Î#»yz $pkŽÏù Ÿw tbqäóö7tƒ $pk÷]tã ZwuqÏm ÇÊÉÑÈ  
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.
          Mereka kekal didalamnya, tidak mereka berpindah-pindah dari padanya (karena betahnya).



AKIBAT ORANG YANG JAHIL DALAM AGAMA
Marilah kita tengok dan lihat, bagaimana tingkah lakunya manusia-manusia jahil, kita perhatikan orang-orang yang tidak tahu menahu akan ajaran agama. Tinggallah manusia-manusia durjana, yang tahu asal ada dunia dan alam sebagai tempat hiburan untuk memuas nafsu dan melepas birahi, dan tidak tahu sama sekali akan bakal kejadian ini.
Mereka hanya heran keheranan dan bingung, mengapa malam waktu ini sampai begini, dan apakah gara-garanya, sampai malam ini menjadi panjang.
Ada pula lucunya bagi mereka yang tidak pernah sholat subuh. Biasa bangun siang, biasa bangun matahari sudah tinggi, maka tatkala ie mendusin bangun dari tidur, dilihatnya masih gelap, disangkanya hari masih malam, maka dengan tidak fikir panjang lagi ditarik selimutnya, kembali ia tidur dengan asyik ia mendengkur, rupanya tidak merasa puas, kalau bangun tidur dilihatnya masih gelap. Kemudian tidak berapa lama ia tertidur lalu ia terbangun, ia mendapat mimpi yang hebat sehingga tersentak jadi terbangun kembali. Sungguh seram dan takut mimpi itu. Ia bangun, dan ia jadi termengung dengan penuh rasa heran, tidur telah terasa menjadi lelah, dan terasa sangat lama. Tapi aneh dan ajaib, hari masih gelap juga.
Mengapa hari belum juga mau siang? Mengapa hari masih gelap gulita? Lalu timbul rasa penasaran dalam hatinya. Diperhatikan jarum jamnya, ia bertambah heran, jam dinding dan jam tangan jalannya akur dan normal. Jarum pendek dan jarum panjang sudah berada sama-sama pada angka duabelas. Aneh sungguh aneh hari masih dalam keadaan malam juga. Ia bangun untuk bertanya dan mengakurkan jam. Lalu ia bertambah heran yang tak habis-habisnya. Sayup-sayup didengar suara orang mengaji dan berdzikir, bertahlil beramai-ramai di dalam mesjid orang banyak berkumpul laki-laki dan perempuan, tua muda, kecil besar dan anak-anak turut berdazikir.
 Timbul di dalam hatinya kebingungan. Apakah yang harus ia perbuat?